05 Mei 2012

expr:id='"post-body-" + data:post.id'>
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Pernahkah anda mengalami salah komunikasi dengan teman atau keluarga ? Salah komunikasi kemungkinan besar terjadi karena tidak terciptanya komunikasi yang efektif. Ya, dalam berkomunikasi terkadang komunikan sering salah pemahaman tehadap pembicaraan yang disampaikan komunikator.  Salah persepsi itu disebabkan karena komunikator tidak menggunakan teknik – teknik komunikator yang efektif .
Komunikasi yang efektif adalah ketika komunikasi yang dilakukan komunikator baik gagasan , pesan, berita maupun perasaan dapat tersampaikan dengan baik dalam proses komunikasi dan kontak sosial.
Agar komunikasi menghasilkan komunikasi yang efektif, kita harus memahami prinsip – prinsip dalam komunikasi yang efektif. Ada lima prinsip komunikasi yang efektif yang harus dipahami. Lima prinsip tersebut disingkat dengan REACH, yang berarti merengkuh atau meraih yaitu Respect, Empathy, Audible, Care, dan Humble.
Lima Prinsip Komunikasi Yang Efektif
1.      Respect
Respect artinya menghormati dan menghargai partner komunikasi kita. Setiap orang termasuk saya dan anda selalu membutuhkan sikap dihormati dan dihargai orang lain. Orang akan menghindar dari orang yang lain yang tidak punya sikap mau menghormati orang yang lainnya. Tanpa adanya sikap respect , mustahil akan terjalinnya sebuah komunikasi yang efektif.

2.       Empathy
Komunikasi yang efektif akan dengan mudah tercipta jika komunikator memiliki sikap empathy. Empathy artinya kemampuan seorang komunikator dalam memahami dan menempatkan dirinya ditengah Audience. Ia bisa menguasai segala kondisi dan situasi yang dihadapi. Seorang komunikator tidak boleh egois hanya memikirkan dirinya. Ia juga harus tahu kondisi audience yang dihadapi.

3.       Audible
Untuk membangun sebuah komunikasi yang efektif, komunikator harus audible. Audible artinya seorang komunikator harus mampu menyampaikan komunikasi yang dapat didengar dan dimengerti audience. Seorang komunikator harus bersuara yang jelas. Tidak boleh gagap, terlalu pelan ataupun terlalu keras, ritme dan intonasi suara harus diatur sesuai dengan kebutuhan.

4.       Care
Care berarti komunikator memberikan perhatian kepada lawan komunikasinya. Komunikasi yang efektif  akan terjalin jika Audience / lawan komunikasi personal merasa diperhatikan. Perhatian bisa dilakukan dengan cara mengamati dan menanyakan kondisi Audience. Perhatian juga bisa dilakukan dalam bentuk menyimak dengan seksama bila lawan komunikasi /Audience sedang bicara, bertanya atau menyampaikan pendapatnya.
5.       Humble
Untuk menciptakan komunikasi yang efektif,  being a humble person is the best one. Humble  ialah sikap rendah hati. Dimanapun orang tidak suka dengan orang lain yang punya sikap sombong. Sombong disini maksudnya adalah sikap merendahkan / meremehkan orang lain.


 Langkah Membangun Komunikasi yang Efektif

Selain itu komunikasi juga harus mengetahui langkah – langkah komunikasi yang tepat khususnya komunikasi yang verbal dalam forum formal. Langkah – langkah tersebut antara lain :

1.       Memahami maksud tujuan berkomunikasi
Untuk membangun sebuah komunikasi yang efektif . anda harus tahu, apa tujuan maksud komunikasi anda. Apakah anda berkomunikasi untuk sekedar memberikan sambutan atau memang anda diharuskan menjadi pembicara untuk membahas suatu materi.
2.       Mengenali komunikan ( audience )
Langkah kedua untuk membangun sebuah komunikasi yang efektif adalah anda harus mengenali betul siapa dan bagaimana audience yang dihadapi. Carilah informasi mengenai latar belakang mereka ( usia, pekerjaan, status, dan lain –lain ). Cari tahu juga berapa orang audience yang akan dihadapi.
3.       Menyampaikan pesan dengan jelas
Langkah ketiga ini merupakan hal dasar yang harus didilakukan untuk membangun komunikasi yang efektif. Ya, hal ini berkaitan dengan prinsip komunikasi audible. Bagaimana mungkin terciptanya sebuah komunikasi yang efektif jika cara penyampain pesan pun tidak jelas. Untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan sering –seringlah berlatih didepan cermin. Perbaiki juga suara anda dengan latihan vokal.
4.       Menggunakan  alat bantu yang baik
Hal lain yang tidak boleh dilupakan ketika hendak membangun sebuah komunikasi yang efektif dalam forum resmi adalah penggunaan alat bantu. Periksa alat bantu / media yang akan anda gunakan . Pastikan anda menggunakan alat bantu yang tidak rusak. Hal ini akan mengganggu jalannya komunikasi.
5.       Memusatkan perhatian
Dalam memusatkan perhatian ada dua hal yang harus anda perhatikan.
Pertama, anda harus memusatkan perhatian anda kepada audience. Komunikator yang baik harus bisa menatap lawan bicara nya. Tentunya dengan maksud untuk menunjukkan bahwa anda memperhatikan dan menghargai mereka.
Kedua, adalah bagaimana agar anda juga diperhatikan lawan bicara. Jika audience atau lawan bicara tidak memperhatikan anda. Maka pastinya apa yang anda sampaikan tidak akan diterima oleh audience. Jika anda melihat ada audience yang tidak memperhatikan anda , cobalah untuk sesekali menyapa atau menyebut namanya.
6.       Menghindari gangguan komunikasi
Pastikan anda dan komunikan aman dari sumber – sumber yang dapat menimbulkan gangguan komunikasi. Berbagai gangguan komunikasi itu bisa berupa alat bantu yang rusak , suara bising, lalu – lalang orang atau kendaraan, bisa juga karena ada aroma bau yang tidak sedap dan lain –lain.
7.       Membuat suasana yang menyenangkan
Semakin anda pandai membuat suasana yang menyenangkan maka audience pun akan semakin tertarik untuk menerima pembicaraan anda. Gunakan sesekali humor atau cerita –cerita lucu yang bisa membuat audience tertawa. Sering – seringlah tersenyum dan sampaikan komunikasi dengan wajah yang ceria dan sikap yang akrab.
8.       Menggunakan bahasa tubuh ( body language ) yang benar
Hati –hati dengan bahasa tubuh , terutama ketika anda menghadapi audience yang bersifat visual. Gerak –gerik anda akan sangat diperhatikan . jangan pula anda mematung ketika berbicara. Gunakanlah / gerakkanlah kedua tangan , kaki dan anggota tubuh yang lain sesuai dengan isi pembicaraan anda.

Dan jangan lupa menggunakan posisi sikap terbuka. Posisi tertutup akan membuat audience juga menutup diri terhadap anda.

Imam Ghazali pernah mengatakan untuk menjadi pembicara yang baik harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi bukan berati anda diam saja saat berkomunikasi dengan orang lain. Maksudnya pendengar yang baik ialah anda juga harus mempelajari bagaimana ketika orang lain bicara , perhatikan dan pelajari bagaimana orang lain bisa membangun komunikasi yang efektif.

Nah itula prinsip dan langkah – langkah yang bisa kita pelajari agar mampu menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai kesempatan. Kita tentu tidak menginginkan  pesan atau pun hal lain yang kita sampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh pendengar, ...oleh karena itu jangan pernah ragu untuk mempelajari prinsip dan langkah – langkah komunikasi yang efektif....

Sumber : http//www.aneahira.com/komunikasi-yang-efektif.htm



Tidak ada komentar:

Posting Komentar